Menu

3 Fenomena Aneh yang Pernah Muncul di Bumi

0 Comment


3 Fenomena Aneh yang Pernah Muncul di Bumi

Banyak orang berpendapat bahwa planet yang kita huni, Bumi, menyimpan sejuta misteri.

Ada banyak fenomena yang sejatinya lebih aneh dari apa yang manusia bisa bayangkan. Terkadang bahkan terasa tak masuk akal.

Meski demikian, fenomena tersebut tetap memiliki sisi menakjubkan, membuat orang-orang percaya bahwa Bumi punya kekuatan ajaib.

Meski terkadang indah, namun tak jarang juga ada fenomena alam yang menyeramkan, bahkan terbilang membahayakan kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Dikutip dari Brightside, Jumat (11/8/2018), inilah 3 fenomena aneh yang pernah terjadi di Bumi.

1. Mata Raksasa di Sahara

Juga dikenal sebagai Richat Structure, “The Eye of Sahara” terlihat bagaikan mata raksasa yang muncul di Sahara, dekat Ouadane, Mauritania barat-tengah.

Setelah dilakukan penelitian, “The Eye of Sahara” berdiameter 40 km. Strukturnya seperti kubah (dome) yang terkikis. Pertama kali diketahui keberadaannya, fenomena ini ditafsirkan sebagai dampak asteroid.

Ahli geologi menyimpulkan, “The Eye of Sahara” terbentuk karena proses geologis. Sedangkan pusat kubah terdiri dari breksi silika.

2. Gunung Pelangi di China

Inilah lukisan alam yang dinilai luar biasa oleh sebagian besar orang di dunia: The Rainbow Mountains atau Pegunungan Pelangi. Terletak di Zhangye National Geopark, provinsi Zhangye Danxia, China, pemandangan di sana benar-benar menakjubkan.

Zhangye Danxia dikenal karena warna batu yang tidak biasa, halus, tajam dan menjulang beberapa ratus meter. Bebatuan ini adalah hasil dari endapan batu pasir, oksida besi, dan mineral lainnya yang terjadi selama 24 juta tahun. Hasilnya, mirip dengan kue lapis.

Seluruh batu-batu itu terhubung ke lempeng tektonik yang sama yang membentuk bagian-bagian pegunungan Himalaya. Angin, hujan, dan waktu menciptakan permukaan yang indah, termasuk menara, pilar, dan jurang, dengan berbagai warna, pola, dan ukuran.

3. Air Terjun Darah di Antartika

Banyak yang berpendapat bahwa Antartika adalah pusat dari kejadian misterius.

Ditemukan pada tahun 1911 oleh ahli geologi Australia, Griffith Taylor, warna merah Blood Falls atau Air Terjun Darah berasal dari besi yang teroksidasi di air laut. Besi menjadi merah ketika memiliki kontak dengan oksigen di udara.

Mulanya, warna merah pekat dianggap berasal dari ganggang merah. Tapi kemudian dikonfirmasi sebagai hasil dari oksidasi besi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!