Menu

Resmi Sudah, Alam Liar Terakhir Bumi Terkontaminasi Plastik

0 Comment


Resmi Sudah, Alam Liar Terakhir Bumi Terkontaminasi Plastik.

FenomenalAlam – Peneliti melaporkan andanya penemuan jejak Plastik serta bahan kimia berbahaya di america.

Kabar ini tentunya menjadi hal yang menyedihkan karena wilayah ini merupakan bagian terakhir dari planet yang sebagian bsar tetap tak tersentuh oleh efek kerusakan aktifitas manusia.

Temuan ini berdasarkan penelitian terhadap sampel air serta salju yang ada di Antartika.Sejak awal tahun ini,para peneliti menghabiskan tiga bulan untuk mengambil sampel air dan salju dari daerah terpencil antartika.

Hasil analisisnya cukup mengejutkan.Peneliti menemukan bahwa air serta salju tersebut mayoritas berisi bahan kimia berbahaya persisten atau mikroplastik.

Rinciannya , tujuh dari delapan sampel air permukaan laut yang diuji mengandung mikroplastik seperti mikrofiber.konsentrasi yang dapat didekteksi dari bahan kimia berbahaya persisten (PFAS).

sampel sampel itu menurut peneliti berasal dari hujan atau hujan saljuyang terkontaminasi.

selama ini,bahan kimia sepertimikroplastik memang banyak digunakan dalam banyak proses industri dan produk konsumen.Mikroplastik juga telah dikaitkan dengan isu isu reproduksi dan perkembangan satwa liar.

Temuan ini tentunya mengambarkan situasi yang menyedihkan,dimana dunia memang tengah menghadapi kekhawatiran dari krisis pencemaran plastik yang sudah jauh jauh hari diperingatkan oleh para ilmuan.

Frida Bengtsson, dari kampanye Protect the Antarctic Greenpeace, berkata bahwa temuan ini membuktikan kalau daerah paling terpencil di planet ini pun tidak kebal dari dampak buatan manusia.

kini telah ditemukan di seluruh pelosok lautan kita, dari Antartika hingga titik terdalam lautan di palung Mariana. Kita membutuhkan tindakan segera untuk mengurangi aliran plastik ke laut. Dan kita membutuhkan suaka untuk melindungi kehidupan laut untuk generasi mendatang,” ujar Bengtsson.

Para peneliti berencana mendirikan Cagar Alam Antartika seluas 1,8 juta kilometer persegi di mana paus, penguin dan kehidupan lainnya dapat berkembang di perairan dan terlindungi.

Tindakan ini untuk menghentikan polutan di Antartika dan kami membutuhkan cagar alam untuk memberi ruang bagi penguin, paus dan seluruh ekosistem untuk pulih,” tambah Bengtsson.

Proposal mengenai suaka tersebut baru akan diputuskan pada pertemuan Antarctic Ocean Commission di Tasmania, Australia Oktober mendatang.

Tag: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!